Pentingnya Sistem Distribusi Pangan Global dan Pemanfaaatan Lahan Pekarangan

Jakarta Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono, MMA menekankan perlunya memperhatikan sistem distribusi pangan global yang adil dan merata serta pemanfataan lahan pekarangan untuk sumber pangan keluarga. Penekanan itu disampaikan pada acara diskusi panel International Agriculture Ministers yang diikuti oleh 1500 peserta dari 70 negara di dunia beserta Menteri Pertaniannya serta beberapa lembaga Internasional di Berlin, Jerman.
Menurut Mentan, diskusi panel tersebut membahas isu utama terkait pembangunan berkelanjutan yaitu tentang keterbatasan sumber daya lahan dan air, peran perempuan dalam pertanian, kehilangan hasil panen dan limbah serta masalah infrastruktur dan urbanisasi.
Kita menekankan pentingnya kepedulian negara maju dalam memperbaiki pola makan karena saat ini di negara maju terjadi kecenderungan makan secara berlebihan dibandingkan dengan kebutuhan energi dan protein sehingga banyak penderita obesitas, sementara di beberapa negara berkembang seperti di Asia dan Afrika masih terdapat jutaan manusia yang kelaparan. Karena itu diperlukan upaya perbaikan distribusi pangan global, jelas Mentan pada acara konferensi pers di Kantor pusat Kementan, Jakarta Selatan usai kunjungan kerjanya ke Berlin, Jerman, Selasa (24/ 1).
Terkait dengan usulan Indonesia pada pertemuan tersebut, Mentan menyampaikan tentang perlunya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga untuk mengurangi pengeluaran pangan rumah tangga dengan memberdayakan para wanita tani. Upaya ini sangat penting bagi negara yang rata rata pengusahaan lahannya sempit sehingga menjadi alternatif perluasan lahan untuk produksi pangan, kata Mentan.
Pada kesempatan yang sama, Mentan juga menekankan tentang pentingnya akses pasar produk pertanian negara berkembang ke negara maju dengan harga yang lebih menguntungkan bagi petani. Hal tersebut, mengingat daya beli masyarakat di negara maju cukup tinggi untuk membeli produk produk pertanian dengan harga lebih tinggi dari harga saat ini.
Kegiatan diskusi panel yang juga dihadiri oleh Dirjen FAO, Menteri Pangan, Pertanian dan Perlindungan Konsumen Jerman, Menteri Pertanian Kenya, Menteri Pertanian Brazil, Wakil Menteri Pertanian China dan EU Commissioner for Agriculture tersebut dituangkan dalam Communique of the 4th Berlin Agriculture Ministers Summit 2012: Food Security through Sustainable Growth Farming with Limited resources Sustainable Growth Farming with Limited resources dan akan menjadi bahan masukan bagi pertemuan Rio+20 United Nation Conference on Sustainable Development di Brazil pada bulan Juni mendatang.
Adapun beberapa hal penting dari hasil diskusi panel tersebut adalah:

1)Penekanan kembali perlunya kelestarian sumberdaya alam terutama lahan dan air untuk produksi pangan berkelanjutan, 
2) Diperlukannya pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas antara kota dan desa serta perlunya peningkatan akses pasar baik lokal, regional maupun global, 
3) Masalah ketahanan pangan yang menuntut penerapan teknologi yang adaktif dan spesifik serta berkelanjutan yang dapat dilakukan melalui pengembangan infrastruktur, riset, pelatihan dan penyuluhan serta 
4) Peranan perempuan yang sangat penting dalam peningkatan ketahanan pangan dan nutrisi.
Sumber: Biro Umum dan Humas