Cara Penggunaan BioBoos Secara Umum

  1. Penggunaan BioBoos jangan dicampur dengan pestisida / pupuk kimia.
  2. Pemakaian BioBoos tidak boleh bersamaan dengan pupuk kimia, beri tenggang waktu 3 s/d 5 hari.
  3. BioBoost di berikan lebih dahulu 3 s/d 5 hari sebelum pupuk kimia ditaburkan.
  4. Jangan diencerkan dengan air ledeng / PAM ( mengandung kaporit).
  5. Apabila sudah diencerkan, segera digunakan dan jangan disimpan.
  6. Tutup rapat kembali kemasan BioBoos  apabila sudah digunakan.
  7. BioBoost tidak layak digunakan apabila sudah beraroma seperti telur busuk, segera buang dan jangan digunakan lagi pada tanaman.
  8. Aplikasi ( pemakaian ) BioBoos sebaiknya dipagi hari.
  9. Apabila menggunakan alat semprot bekas penggunaan pestisida, harus di cuci dengan bersih karna sisa pestida bisa membunuh bakteri yang terkandung  dalam BioBoost.
Cara Kerja :

Pupuk ini adalah liquid yang didalamnya ada bakteri yang ditidurkan karena pekat, akan efektif ( hidup ) jika sudah tercampur air dengan perbandingan 1 : 49. Tidak langsung disiram atau disemprotkan ke tanah, tapi diamkan kira-kira 1/2 jam baru di siram ketanah bukan pohon, untuk tanaman karet atau sawit dengan cara membuat lubang dengan kedalaman 10 cm, dengan jarak 1m dari batang pohon sebanyak 4 titik lubang.







Untuk padi efektif  3 hari sebelum tanam. Tapi untuk penggunaan awal tetap dibutuhkan pupuk kimiawi tapi dengan kadar dikurangi 50% dari penggunaan biasanya dan di berikan setelah 3 - 5 hari setelah pemberian BioBoos.

LAKUKAN PENYEMPROTAN BIOBOOS 3 HARI SEBELUM TANAM




 MASA TANAM PADI

Di butuhkan 6 lt / ha untuk tahap awal dengan masa panen 10 hari lebih cepat. Dan penggunaan pupuk kimia tetap di berikan dengan pengurangan 50% dari biasanya untuk proses memuliahan unsur hara dalam tanah. Untuk karet dan kelapa sawit di butuhkan 3lt / ha per 3 bulan sekali, yang biasanya jam 9 pagi pohon karet sudah tidak meneteskan getah, tapi s/d jam 10.30 masih meneteskan getah dengan tambahan per batang pohon 1 kg x 500 batang pohon / ha.

Untuk kelapa sawit sama seperti karet, menurut pemilik kebun sawit mitra K-Link, setelah menggunakan Pupuk hayati BioBoos hasil panen lebih baik dan meningkat sawit buahnya lebih tebal dan tidak melalui proses masir dan penggunaan Pupuk lebih irit dengan selisih pemakaian lebih jauh.

Cara kerja bakteri ini  sangat sederhana dan bisa dianalogikan untuk bisa di pahami oleh para petani.
Manusia memerlukan makanan dan makanan itu ada yang bisa langsung di makan dan ada pula yang harus di masak terlebih dahulu agar bisa di cerna dan di manfaatkan oleh tubuh. Nah untuk tanah pun begitu adanya, tidak semua akar bisa menyerap langsung nutrisi yang ada dalam tanah ada beberapa kandungan zat dalam tanah yang harus dimasak dulu agar bisa diserap nutrisinya oleh akar tanaman, jadi bakteri lah yang berperan sebagai juru masak tersebut yang terkandung dalam Pupuk Hayati BioBoost.

Tidak menutup kemungkinan bahwa bakteri di dalam tanah ada yang mati ketika bercampur di dalam tanah, maka per 3 bulan sekali perlu pengulangan untuk pemberiannya.

  1. Aplikasi pupuk hayati BioBoos tidak boleh dicampurkan secara langsung atau bersamaan dengan pupuk kimia atau pestisida.
  2. Lakukan pemupukan BioBoos lebih dulu 3 s/d 5 hari sebelum pemupukan kimia.
  3. Pupuk hayati BioBoos yang sudah dibuka  kemasannya masih bisa di simpan untuk digunakan untuk periode pemupukan berikutnya selama belum tercampur dengan air.

Salam Pertanian Organik dan Sukses Selalu...

 
Kemasan : 1 Botol isi 1 Liter Bioboos
Harga : Rp.98.000,-(wilayah A) 
Harga : Rp.108.000,-(wilayah B) 
Untuk pemesanan silahkan hubungi: 
 DISTRIBUTOR K-LINK Terdekat Di Kota ANDA"